Lo pasti udah sering denger tips finansial: nabung 10% dari gaji, investasi di reksadana, jangan hidup boros. Tapi kenapa ya, meski udah tau teorinya, tetep aja susah banget ngelakuinnya? Lo tau harus nabung, tapi kok setiap gajian uang langsung habis gitu aja. Atau malah sebaliknya, lo terlalu takut banget sama yang namanya belanja, sampe-sampe nggak bisa nikmatin hasil kerja lo sendiri.
Nah, ini yang jarang dibahas. Sering banget masalah uang kita itu akarnya bukan di angka-angkanya. Tapi di dalam kepala kita. Di pola pikir, di luka masa kecil, di rasa takut yang nggak kita sadari. Makanya sekarang muncul konsep financial therapy. Ini bukan sekadar konsultasi sama financial planner, tapi bener-bener terapi untuk menyembuhkan hubungan lo sama uang.
Karena ngatur uang itu sebenernya adalah ngatur perasaan.
Bukan Cuma “Harusnya”, Tapi “Kenapa Aku Nggak Bisa?”
Financial therapy nggak cuma ngasih tau lo apa yang harus lo lakuin. Tapi dia bantu lo ngerti, kenapa selama ini lo nggak bisa melakukannya. Apa akar masalahnya.
Studi Kasus 1: Si Pelit yang Sebenarnya Trauma
Rini, penghasilannya udah lumayan gede. Tapi dia nggak pernah bisa merasa cukup. Nabungnya berlebihan, hidupnya serba hemat banget, sampe nggak berani nikmatin duitnya sendiri. Setelah diving ke financial therapy, ketauan kalo ini ada kaitannya sama masa kecilnya. Dulu orang tuanya bangkrut, dan dia sering denger orang tuanya bertengkar hebat karena uang. Sekarang, di otaknya, uang = konflik & ketakutan. Dia takut kalo duitnya habis, hidupnya akan kacau seperti dulu. Setelah sadar ini, dia mulai bisa bernapas lega dan belajar buat memperlakukan uang sebagai teman, bukan musuh. Ini yang namanya financial healing.
Studi Kasus 2: Si Pemboros yang Cari Validasi
Bayu, tiap gajian langsung deh beli ini itu. Gadget terbaru, sepatu mahal, nongkrong di cafe yang aestetik. Dia tau itu boros, tapi ngerasa “berharga” dan “keren” kalo punya barang-barang itu. Ternyata, waktu kecil, dia sering diejek karena barang-barangnya jelek. Sekarang, uang adalah alatnya buat beli rasa percaya diri dan pengakuan dari orang lain. Terapi keuangan bantu dia sadar kalo harga dirinya nggak ditentukan oleh merk baju yang dia pake.
Studi Kasus 3: Pasangan yang Bertengkar Tanpa Henti Soal Uang
Setiap kali gajian, Andi dan Sari pasti ribut. Andi pengen investasi, Sari pengen liburan. Setelah dibawa ke financial therapy, ketauan kalo ini bukan cuma soal beda prioritas. Ternyata, Andi dibesarkan di keluarga yang sangat takut miskin, sementara Sari dibesarkan di keluarga yang “YOLO” (You Only Live Once). Mereka berdua bawa “money script” atau skenario keuangan dari keluarga masing-masing yang bertolak belakang. Terapinya adalah bantu mereka memahami latar belakang masing-masing dan bikin “money script” baru bareng-bareng sebagai sebuah tim.
Sebuah penelitian di platform finansial digital menemukan bahwa 7 dari 10 pengguna yang mengalami kesulitan mengontrol pengeluaran ternyata mengaku punya pengalaman tidak menyenangkan terkait uang di masa lalu. Itu money trauma yang dibawa-bawa.
Jangan Sampai Salah Langkah dalam Proses Penyembuhan
Mau coba healing hubungan lo sama uang? Hati-hati sama jebakan ini:
- Menyalahkan Orang Tua Terus-Menerus: Iya, masa lalu dan pola asuh punya pengaruh besar. Tapi financial therapy tujuannya bukan buat nyari kambing hitam. Tapi buat bikin lo sadar, lalu mengambil alih kendali atas hidup dan keputusan lo sendiri sekarang.
- Mengira Sekali Terapi Langsung Sembuh: Kayak terapi mental lainnya, ini proses. Nggak ada instant fix. Butuh waktu buat mengikis belief yang udah mengakar bertahun-tahun.
- Tidak Dijalankan dengan Konsisten: Sadar di sesi terapi itu satu hal. Tapi praktek di kehidupan sehari-hari itu hal lain. Kuncinya adalah konsistensi dan punya accountability partner.
Tips Awal Buat Lo yang Pengen Memulai Proses Healing
Gimana caranya mulai berdamai sama uang?
- Awareness Dulu: Catat Pola, Bukan Cuma Angka: Mulailah dengan jurnal. Setiap kali lo belanja impulsif atau ngerasa cemas berlebihan soal uang, catat perasaan lo apa. Sedih? Kesepian? Stress? Dari situ, lo bisa liat polanya.
- Tanya “Money Story” ke Diri Sendiri & Keluarga: Coba inget-inget, pesan apa tentang uang yang sering lo denger waktu kecil? “Orang kaya itu pelit?” “Uang itu sumber kejahatan?” Tulis semua belief itu, lalu tanya ke diri lo sendiri: “Apa ini beneran keyakinan gue, atau cuma warisan?”
- Bikin Ritual Uang yang Baru dan Positif: Ganti kebiasaan lama. Misalnya, setiap terima gaji, luangkan waktu 10 menit buat bersyukur atas uang yang masuk. Atau, setiap mau belanja besar, tarik napas dulu dan tanya, “Ini kebutuhan atau pelarian dari perasaan tidak enak?”
Uang itu Cuma Alat, Bukan Tujuan
Intinya, financial therapy ini mengajak kita buat melihat uang bukan sebagai deretan angka di rekening. Tapi sebagai cermin dari nilai hidup, ketakutan terdalam, dan harapan kita. Dengan menyembuhkan luka keuangan masa lalu, kita bukan cuma bakal punya kondisi finansial yang lebih sehat, tapi juga kehidupan yang lebih tenang dan bermakna.
So, udah siap berkenalan dan berdamai sama uang versi lo yang sebenarnya?